Filmmaking and Animation Workshop for Short Film Pitching


riri riza Ada banyak hal yang berbeda dengan pelaksanaan XXI Short Film Festival 2014 dengan pelaksanaannya di tahun sebelumnya. Untuk tahun ini, selain mengadakan kompetisi film pendek untuk mencari bakat-bakat muda dalam film Indonesia yang akan menjadi kekuatan dunia perfilman di masa yang akan mendatang, XXI Short Film Festival juga mengadakan banyak kegiatan yang bermaksud untuk mengeksplorasi bakat serta menambah pengetahuan para pembuat film muda tentang seluk beluk pembuatan film serta industri film di Indonesia. Salah satu dari kegiatan tersebut adalah Filmmaking and Animation Workshop for Short Film Pitching.

 

Diadakan pada 13 – 16 Januari 2014 di XXI Club, Djakarta Theatre, Jalan MH Thamrin, Jakarta, salah satu tujuan khusus diadakannya Filmmaking and Animation Workshop for Short Film Pitching adalah untuk mendapatkan proyek film pendek yang akan didanai oleh Asosiasi Produser Film Indonesia (APROFI) dan Cinema 21. Untuk mengikuti workshop ini, para peserta diharuskan melakukan pendaftaran dengan mengirimkan data diri setiap grup yang akan mengikuti workshop berikut dengan sinopsis pendek tentang proyek film pendek yang akan di-pitch. Masa pendaftaran yang dimulai semenjak 13 Desember 2013 hingga 5 Januari 2014 tersebut berhasil menjaring banyak grup dengan proyek film pendeknya yang begitu bervariasi. Setelah melalui proses seleksi, maka terpilihlah 20 grup yang berhak mengikuti Filmmaking and Animation Workshop for Short Film Pitching.

 

Program Director XXI Short Film Festival 2014, Nauval Yazid, membuka pelaksanaan Filmmaking and Animation Workshop for Short Film Pitching pada 13 Januari 2014. Pada hari pelaksanaan tersebut, para peserta mendapatkan workshop penulisan naskah skenario film pendek oleh Asosiasi Penulis Film Layar Lebar Indonesia (PILAR). Pemateri dari Asosiasi Penulis Film Layar Lebar Indonesia untuk workshop hari pertama sendiri diwakili oleh tiga orang penulis naskah film Indonesia: Baskoro Adi (Tak Sempurna, 2013), Haqi Achmad (Refrain, 2013) dan Robby Ertanto (7 Hati, 7 Cinta, 7 Wanita, 2011).

 

Untuk pelaksanaan workshop hari kedua, para peserta mendapatkan materi workshop penyutradaraan film pendek oleh Indonesian Film Directors Club (IDFC) yang diwakili oleh Ody C. Harahap (Cinta/Mati, 2013), Ardy Octaviand (Coklat Stroberi, 2007) dan Yadi Sugandi (Darah Garuda, 2010). Sebagai seorang sutradara, baik Ody C. Harahap maupun Ardy Octaviand sama-sama memberikan pengetahuan lebih mendalam mengenai bagaimana mengeksekusi sebuah film mulai dari membedah naskah cerita,mencari casting director yang tepat, pemilihan lokasi dan interior/eksterior mood dari lokasi yang dipilih hingga bagaimana menjadi seorang sutradara yang baik dan mampu bekerja bersama dengan kru film lainnya. Tidak ketinggalan, keduanya juga memberikan tips mengenai bagaimana cara menjual cerita yang dimiliki kepada para investor film yang tepat.

 

Hari ketiga pelaksanaan Filmmaking and Animation Workshop for Short Film Pitching diisi dengan workshop teknik animasi film pendek yang dipresentasikan oleh Asosiasi Industri Animasi dan Konten Indonesia (AINAKI). Menjadi pemateri pada hari tersebut adalah Chandra Endroputro (Janus Prajurit Terakhir, 2003) serta Bambang Gunawan Santoso yang merupakan penulis dari buku Nganimasi Bersama Mas Be!. Tidak hanya melulu memberikan teknik-teknik animasi film pendek yang dapat memudahkan para pembuat film, kedua pemateri juga banyak membagikan informasi mengenai cara pengelolaan cerita dalam sebuah film animasi pendek sehingga dapat memberikan kesan realitas pada film animasi yang dihasilkan.

 

Puncak pelaksanaan Filmmaking and Animation Workshop for Short Film Pitching dilaksanakan pada 16 Januari 2014 dan akan diisi oleh pemateri Lala Timothy, Rama Adi dan Abduh Azis yang mewakili Asosiasi Produser Film Indonesia (APROFI) untuk memberikan workshop Introduction to Short Film Producing and Financing for Pitching. Materi-materi yang jelas tidak dapat dilewatkan begitu saja bagi para pembuat film seperti peran produser dan fungsi produser kreatif, pendanaan film serta budgeting dan laporan keuangan disampaikan dengan lancar oleh ketiga pemateri dan pastinya semakin memperluas pengetahuan para peserta workshop.

 

Dengan berakhirnya Filmmaking and Animation Workshop for Short Film Pitching bukan berarti workshop tersebut turut berakhir begitu saja. Peserta workshop diharapkan untuk mengirimkan kembali proyek yang telah mereka kembangkan berdasarkan hasil workshop paling lambat sebulan seusai pelaksanaan workshop. Proyek ini dikirimkan dalam bentuk proposal produksi film untuk kemudian dapat mengikuti pitching forum pendanaan film pendek pada tanggal 12 Maret 2014 di Epicentrum XXI. Nantinya, Pemenang pitching forum pendanaan film pendek akan diumumkan pada hari terakhir pelaksanaan XXI Short Film Festival 2014 dimana setiap pemenang memiliki kesempatan untuk dibantu proses produksi menjadi film pendek jika dianggap sangat layak oleh Asosiasi Produser Film Indonesia dan Cinema 21 seusai pelaksanaan festival.

CONNECT WITH US ON