Press Screening dan Press Conference Pemutaran Film Pemenang XXI Short Film Festival


riri riza Teman-teman Movielovers!
 
Kemarin, hari Kamis tanggal 27 Juni 2013 di Lounge XXI Kota Kasablanka, XXI Short Film Festival mengadakan Press Screening dan Press Conference Pemutaran Film-Film Pemanang XXI Short Film Festival 2013 yang dihadiri oleh teman-teman dari media, komunitas film dan para filmmakers.
 
Pada Press Screening diputar enam film-film pendek pemenang XXI Short Film Festival 2013 yang terdiri dari JADI JAGOAN ALAN AHOK, KERIPIK SUKUN MBOK DARMI, HONEY I'M HOME, MORIENDO, WAN AN dan SALAH GAUL. Menurut Ibu Catherine Keng selaku Festival Director XXI Short Film Festival, tim programmer memutuskan untuk menanyangkan film-film ini dengan urutan seperti itu untuk menjaga mood penonton dari awal hingga akhir.
 
Selesai Press Screening, Ibu Catherine Keng langsung membuka Press Conference yang diadakan di Lounge XXI dengan memanggil para filmmaker pemenang XXI Short Film Festival 2013. Para filmmaker tersebut adalah Dosy Omar sutradara dari HONEY I'M HOME, Amelia Hapsari sutradara JADI JAGOAN ALA AHOK, Heri Kurniawan sutradara KERIPIK SUKUN MBOK DARMI, Sahree Ramadhan dan Abdul Razzaq sutradara dari SALAH GAUL dan Andrey Pratama sutradara dari MORIENDO.
 
Pada Press Conference ini para filmmaker menjelaskan bagaimana ide awal dari film-film mereka, bagaimana menyiasati maalah budget dan apakah tahun depan mereka akan ikut lagi kompetisi XXI Short Film Festival. Mas Dosy Omar sutradara HONEY, I'M HOME mengatakan bahwa ia ingin memperlihatkan keadaan seorang mantan napi setelah keluar dari LP.  Ia juga menambahkan bahwa keputusan untuk memilih kasus/napi yang diangkat dilakukan berdasarkan feeling & sengaja memilih kasus yg sederhana. Sementara Mbak Amelia Hapsari mengatakan bahwa keputusan memilih Ahok sebagai subjek dokumenter itu dengan melihat karakternya. Sebelum memilih Ahok, Mbak Amelia Hapsari juga sempat mempertimbangkan ingin mendokumentasikan Susi Susanti. Mas Sahree dan Abdul Razzaq dari SALAH GAUL menjelaskan bahwa pada awalnya mereka menyebar kuisioner tentang 4L4Y sebelum memutuskan siapa saja yang akan diwawancara tentang subjek ini. Mereka mengangkat subjek 4L4Y dikarenakan ingin menjembatani gap yang ada diantara anak-anak muda yang menganggap dirinya bukan 4L4Y dan yang dituduh sebagai 4L4Y. Mas Sahree Ramadhan dan Mas Abdul Razzaq mengumpulkan kuisioner selama 2-3 bulan, sebelum kemudian menyelesaikan filmnya dalam kurun waktu 6 bulan. Duo filmmaker ini juga mengatakan bahwa mereka sudah menyiapkan film baru untuk diikut sertakan lagi dalam kompetisi XXI Short Film Festival tahun depan.
 
Setelah tanya jawab dengan filmmaker selesai, Ibu Catherine Keng mengumumkan bahwa Pemutaran Film-Film Pemenang XXI Short Film Festival ini akan diputar tidak hanya di Jabodetabek, Bandung, Surabaya dan Yogya seperti rencana awal, tapi juga akan diputar di Medan, Makassar dan Banjarmasin! Namun pengumuman tidak hanya sampai di situ saja, Ibu Catherin Keng juga kemudian mengumumkan bahwa karena melihat animo penonton yang antusias maka film-film para pemenang XXI Short Film Festival ini akan dibuatkan versi home-video dengan merilis DVD!
 
Jadi tema-teman semua jangan ketinggalan ya, mulai 4 JULI 2013, film-film pendek terbaik versi XXI Short Film Festival 2013 akan hadir di Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, Bekasi, Bandung, Surabaya, Yogya, Medan, Banjarmasin dan Makassar!
 
XXI Short Film Festival Committee

CONNECT WITH US ON