Inilah Para Pemenang XXI Short Film Festival Yang Pertama


riri riza
Movie Lovers, setelah 4 hari festival, 29 film kompetisi, 30 film non kempetisi, 20 program pemutaran, dengan total 4,287 penonton, XXI Short Film Festival selesai sudah. Hari Minggu tanggal 24 Maret 2013 kemarin, XXI Short Film Festival mengumumkan para pemenang kompetisi film pendek dalam acara Closing Ceremony yang berlangsung meriah dan penuh tawa di Epicentrum XXI. 
 
Berikut daftar lengkap pemenang XXI Short Film Festival yang pertama: 
 
OFFICIAL COMPETITION – Film Pendek Fiksi Naratif 
 
Juri: 
- Ifa Isfansyah 
- Lola Amaria 
- Hanung Bramantyo 
 
Pemenang: 
 
Wan – an (Yandy Laurens, Jakarta) 
 
Sebagai film pendek, film ini mempunyai cara bertutur yang efektif. Film dengan tema seperti ini, yang kami rasa susah dibuat oleh anak muda, ternyata mampu dirasakan dan dibuat dengan baik oleh anak muda yang relatif jauh dari tema yang disampaikan film ini. Dengan eksekusi yang pas dan terasa utuh, film ini mampu menyentuh perasaan penonton dengan cara yang efektif. 
 
OFFICIAL COMPETITION – Film Pendek Dokumenter 
Juri: 
- Vivian Idris 
- M. Abduh Aziz 
- Lulu Ratna 
 
Special Mention: 
 
Salah Gaul (Abdul Razzaq & Sahree Ramadhan, Surabaya) 
 
Film ini mampu menampilkan budaya pop dengan ritme khas anak muda yang masih mencari identitasnya secara lugas dan mengena. Melalui konten yang sederhana, secara terampil film ini menyampaikan fenomena yang sedang hangat di kalangan remaja. 
 
Pemenang: 
 
Jadi Jagoan Ala Ahok (Amelia Hapsari & Alm. Chandra Tanzil, Jakarta) 
 
Film ini memiliki keterampilan bercerita yang didukung oleh pendekatan yang baru dan segar. Hal ini memungkinkan konten yang kuat dan berat dapat disampaikan secara ringan serta popular. Cerita yang ditampilkan pun sangat relevan dengan konteks kekinian dimana krisis kepemimpinan mendapatkan inspirasinya. 
 
OFFICIAL COMPETITION – Film Pendek Animasi 
Juri: 
- Wahyu Aditya 
- Hikmat Darmawan 
- Chandra Endroputro 
 
Special Mention: 
 
Sang Suporter (Wiryadi Dharmawan, Surabaya) 
 
Juri memilih film ini karena mempunyai unsur hiburan yang tinggi, yang dicapai dari kemampuan memanfaatkan berbagai keterbatasan produksi menjadi sebuah karya imajinatif yang total. 
 
Pemenang: 
 
Keripik Sukun Mbok Darmi (Heri Kurniawan, Jakarta) 
 
Karya ini terpilih karena memiliki desain karakter yang baik dan tepat, serta mampu memenuhi kebutuhan cerita. Karya ini juga mampu menyiasati keterbatasan produksi sehingga unsur-unsur animasi yang digunakan bisa mencapai efek penceritaan yang optimal. Nilai tertinggi diberikan kepada film ini karena film ini mengandung cerita yang sederhana, tapi memiliki pesan yang penting. Pesan ini muncul dalam sebuah cerita yang utuh. Unsur lokalitas juga tampak mencuat, memberi nilai tambah bagi karya ini. 
 
Selain Official Competition, XXI Short Film Festival juga memberikan Penghargaan Spesial Dari Media. 
 
Berikut daftar pemenang PENGHARGAAN SPESIAL DARI MEDIA
Juri: 
- Teguh Priyo Sadono 
- Timothy Marbun 
- Leila S. Chudori 
- Yan Widjaja 
- Adrian Jonathan Pasaribu 
- Teguh Imam Suryadi 
 
Special Mention – Fiksi Naratif: 
 
Boncengan (Senoaji Julius, Yogyakarta) 
 
Film pendek, dengan segala kemungkinan yang hadir lewat, menawarkan kesempatan untuk mengenal bahkan merenungi kembali hal-hal kecil yang ada di sekitar kita. Film ini penting karena mempunyai sikap dasar yang kuat: tidak mencoba berceramah, tidak memaksakan realita tertentu. Film tidak mencari kepastian, tapi kemungkinan. Dan mencari kemungkinan ini sesuai dengan tema yang diusung, yaitu dunia anak-anak dan semangatnya. 
 
Pemenang Utama – Fiksi Naratif: 
 
Wan - an (Yandy Laurens, Jakarta) 
 
Film ini unggul karena ia tidak bicara dalam wacana besar dan megah. Hanya keseharian, hal-hal kecil yang mungkin terlewat tapi sebenarnya penting dalam kerutinan kita. Film ini menawarkan medium untuk melihat kenyataan apa adanya, sesuatu yang kita perlukan dalam film yang kita lihat. 
 
Special Mention – Dokumenter: 
 
Sebongkah Asa Di Sambirata (Heri Afandi, Purbalingga) 
 
Film ini menjadi suara yang otentik dari masyarakat di tingkat akar rumput (grass root level). Ada kejujuran, ada penjelajahan realita yang komprehensif, dengan pemanfaatan bahasa visual yang menarik, yang membuat film ini layak untuk disaksikan. 
 
Pemenang Utama – Dokumenter: 
 
Honey, I’m Home (Dosy Omar, Jakarta) 
 
Dibandingkan film-film peserta lainnya, dokumenter ini terhitung yang paling utuh, baik secara teknis maupun penggarapan tema. Atas pengerjaan yang optimal, film ini terasa universal dan tak lekang waktu. Jika film ini diputar sepuluh tahun lagi pun, maka film ini akan tetap relevan untuk ditonton dan diapresiasi oleh masyarakat luas. 
 
Special Mention – Animasi: 
 
Keripik Sukun Mbok Darmi (Heri Kurniawan, Jakarta) 
 
Penyajian animasi di layar lebar menjadi poin diskusi tersendiri di kalangan juri. Layar lebar, seperti yang kita ketahui, menghadirkan pengalaman menonton serta kemungkinan tersendiri. Beda halnya dengan layar laptop atau bahkan gadget-gadget berlayar mini yang kian menghiasi hidup kita. Pemenang pun haruslah karya yang minimal memenuhi tantangan estetis dari layar lebar ini. 
 
Pemenang Utama – Animasi: 
 
Moriendo (Andrey Pratama, Jakarta) 
 
Selayaknya film pemenang sebelumnya, film ini menawarkan kekayaan audiovisual yang sangat bisa dinikmati di layar lebar di ruang bioskop. Terlebih dari itu, keduanya menawarkan kedalaman cerita serta ketelatenan kriya yang mengungguli karya-karya peserta lainnya. 
 
Selain Official Jury dan juri media, XXI Short Film Festival bekerja sama dengan Indonesia’s Film Directors Club (IFDC) juga memberikan satu penghargaan khusus. 
 
Pemenang Film Pendek Pilihan IFDC adalah: 
 
How To Make A Perfect X-Mas Eve (Monica Vanesa Tedja, Jakarta) 
 
IFDC melihat banyak sekali bakat luar biasa yang masuk dalam seleksi tahun ini terutama di kategori animasi yang menunjukkan penguasaan teknis yang tinggi, sekalipun banyak yang tidak dibarengi kemampuan storytelling yang kuat. Di kategori dokumenter banyak yang mengangkat tema yang penting tapi tidak mampu memilih sudut pandang yang menarik. Di kategori ini, penguasaan teknis bisa dikatakan paling lemah. Kategori Fiksi Naratif menunjukkan kemajuan yang menggembirakan dari segi teknis dan penceritaan. Kami memilih film dalam kategori ini sebagai pemenang karena selain memiliki penguasaan teknis yang baik, film yang kami pilih ini juga menunjukkan keberanian bereksplorasi. 
 
XXI Short Film Festival juga memberikan satu penghargaan khusus bagi satu film yang paling banyak mendapatkan vote dari penonton XXI Short Film Festival yang berjumlah total 4,287 penonton selama 4 hari festival dari 21 Maret – 24 Maret 2013. 
 
Pemenang Film Favorit Pilihan Penonton adalah: 
 
Wan- an (Yandy Laurens, Jakarta) 
 
Film pendek favorit ini dipilih oleh penonton yang sudah hadir untuk menyaksikan seluruh finalis 21 Short Film Festival selama 4 hari, pada tanggal 21-24 Maret 2013, di Epicentrum XXI. Film terpilih adalah film yang berhasil mendapatkan vote atau suara terbanyak sebagai film pendek yang paling disukai oleh penonton. Terpilihnya film ini sebagai favorit penonton menunjukkan bahwa kisah yang diusung oleh film ini adalah sebuah kisah yang universal dan dekat dengan kehidupan sehari-hari.
 
Para pemenang XXI Short Film Festival ini membawa pulang berbagai hadiah sebagai tanda penghargaan atas karya-karya mereka yang sudah berhasil memikat para juri dan penonton selama XXI Short Film Festival berlangsung. 
 
Pemenang utama yang dipilih oleh Official Jury masing-masing mendapatkan satu buah kamera CANON EOS 5D Mark III, uang tunai sebesar Rp. 10,000,000 (sepuluh juta rupiah), beasiswa dari Unversitas Bunda Mulia, piagam serta piala dari XXI Short Film Festival
 
Sementara pemenang utama yang dipilih oleh Juri Media masing-masing mendapatkan satu buah kamera CANON EOS 6D, uang tunai sebesar Rp. 5,000,000 (lima juta rupiah), beasiswa dari Universitas Bunda Mulia, dan piagam dari XXI Short Film Festival
 
Pemenang film pilihan IFDC mendapatkan satu buah kamera CANON EOS 6D, beasiswa dari Universitas Bunda Mulia dan piagam dari XXI Short Film Festival bekerjasama dengan IFDC. 
 
Untuk pemenang film favorit pilihan penonton membawa pulang satu buah kamera CANON LEGRIA dan piagam dari XXI Short Film Festival
 
Selamat untuk semua pemenang XXI Short Film Festival 2013, festival film pendek terbesar di Indonesia! Untuk teman-teman Movie Lovers, ayo buat film pendek yang tidak kalah bagus dan ikuti festival ini tahun depan. 
 
Sampai jumpa tahun depan! 
 
XXI Short Film Festival Committee

CONNECT WITH US ON